5 Cara Membuat Konten yang Ampuh Bikin Pembaca Klepek-Klepek

Bagaimana sih membuat konten yang benar-benar mengena banget? Baik itu konten di social media maupun di blog.

Pernahkah Anda membaca sebuah status di Facebook entah berupa postingan tulisan, gambar, atau video yang ‘ngena’ banget bagi Anda

Misalnya (dalam hati Anda berkata):

“Gila! Ini saya banget…”
“Lho, kok dia tahu banget isi hati saya..”
“Jleb! Nusuk banget di hati…”

…dan sejenisnya. Pernah?

Dan bukan cuma itu,

Eh ternyata isi (konten) status tersebut pun nempel banget diingatan Anda, sampai-sampai: keinget-inget terus, kepikiran terus, dan susah lupanya.

Pernah mengalaminya?

Kira-kira, apakah hal tersebut terjadi tanpa alasan?

Apakah perasaan yang timbul tersebut benar-benar terjadi begitu saja tanpa sebab?

Atau justru memang ada polanya?

Coba perhatikan dan catat ini baik-baik.

Terlepas Anda mengetahuinya atau tidak, bahkan si pembuat konten menyadarinya atau tidak, tapi hal tersebut memang benar-benar ada polanya.

Ingat, segala sesuatu pasti ada polanya. “Sukses berpola, gagal berpola”

Termasuk, cara buat konten yang nampol & nempel, ADA POLANYA.

Mau tahu apa dan bagaimana polanya?

Ini dia polanya: SUCCESs (Simple, Unexpected, Concrete, Credible, Emotional, Stories)

Pola ini telah ditemukan oleh 2 orang bersaudara yang bernama Chip & Dan Heath dalam bukunya berjudul: “Made To Stick”.

Ingat, sukses berpola, gagal berpola.

Dan pola paling sukses membuat konten yang nampol & nempel adalah “SUCCESs”

Mari kita bahas satu per satu.

1. Membuat Konten yang Simple

Intinya, buatlah konten yang sederhana. Apa intinya, apa pesannya.

Supaya pesan yang kita sampaikan mudah diingat, tentunya pesan tersebut harus mudah dimengerti terlebih dahulu.

Dan cara terpraktis agar mudah dimengerti oleh pembaca adalah membuatnya jadi sederhana.

Misalnya, ketika konten yang menjelaskan strategi “Jab, Jab, Jab, Hook” dalam membangun personal branding di internet.

Bagi Anda yang baru mendengar istilah tersebut, bisa dipastikan akan kebingungan maksudnya apa. Betul?

Tapi berbeda cerita ketika disampaikan dengan cara yang lebih sederhana. Misalkan:

“Sharing-sharing dahulu, selling-selling kemudian” atau “Kasih makan ikan dahulu, baru pancing kemudian”.

Hal tersebut dilakukan untuk menjelaskan pentingnya giving value (berbagi manfaat) dulu sebelum berjualan.

Bagaimana, apakah Anda merasakan perbedaannya?

Itulah maksudnya. Sederhanakaah pesannya.

Jangan gunakan bahasa planet atau bahasa monyet yang tidak dimengerti oleh manusia.

Berusahalah menempatkan di posisi pembaca dan penerima pesan:

“Apakah yang Saya sampaikan ini bakal cukup jelas dan simpel untuk dia?”

Ingat, tugas kita adalah membuat orang lain pintar, bukan menunjukkan kepintaran kita.

Dalam konteks copywriting, pola simple ini akan berwujud: HARD SELL.

Apakah boleh?

Tentu tidak masalah dan boleh-boleh saja, asalkan targeting Anda udah bener ngebidik orang-orang yang butuh/kepengen beli produk.

Atau market Anda udah “HOT” dan siap dijualin.

2. Membuat Konten yang Tidak Mudah Ditebak (Unexpected)

Intinya, buatlah konten yang tidak mudah ditebak oleh pembaca. Berikanlah kejutan, ubah alurnya.

Dengan pesan yang tidak mudah ditebak, maka seseorang akan mudah terkejut.

Ketika seseorang terkejut, maka dia akan memberikan perhatian. Karena ketika mereka terkejut, mereka akan memfokuskan diri terhadap sesuatu dan mengabaikan hal lainnya.

Dan cara terbaik untuk menciptakan kejutan adalah dengan “merusak pola” yang ada dalam suatu cerita.

Yang perlu Anda catat adalah hal yang mengejutkan tidak akan bertahan lama. Karenanya, untuk membuat pesan tersebut diingat dalam waktu yang lama (nempel), Anda harus membuat orang tersebut tertarik dan penasaran.

Maka giringlah kalimat demi kalimat dalam paragraf yang Anda buat dengan kata-kata yang membuat orang penasaran. Ini penting dilakukan.

Karena rasa penasaran akan membuat perasaan kita semakin menggantung dan mengingat-ingat pesan tersebut, seperti halnya trailer film box office yang akan tayang di bioskop.

3. Jelas (Concrete)

Intinya, buatlah konten yang gampang diindera. Konkrit, gak abstrak.

Suatu pesan akan susah dipahami jika kita menggunakan bahasa yang abstrak. Dan akan mudah dipahami jika kita menggunakan bahasa yang kongkrit, nyata.

Misalnya, ketimbang Anda bilang:

“Banyak orang sudah join dalam course ini dan merasakan manfaatnya”

Lebih baik sebut:

“1350 internet marketer sudah join dalam course ini dan merasakan manfaatnya”

Bedanya apa?

Perhatikan saja sendiri, bedanya apa. Itulah yang dimaksud dengan konkrit, spesifik, dan tidak abstrak.

Termasuk, ketika Anda menyebutkan manfaat dari produk Anda.

Misalnya, daripada bilang:
“Anda bisa turunkan berat badan dengan cepat dan mudah”

Akan lebih konkrit seperti ini:

“Anda bisa turunkan berat badan 10 kg dalam waktu 3 bulan bahkan lebih cepat tanpa harus diet ketat”

Hal tersebut akan lebih nampol dan nempel di ingatan pembaca ketimbang menyebutkan sesuatu yang abstrak, ambigu, dan tidak jelas.

Baca Juga: Bisnis Online itu Pilihan Atau Solusi?

4. Terpercaya (Kredible)

Intinya, buatlah konten dapat dipercaya. Gunakan authority, atau kutip perkataan para ahli atau institusi yang punya authority.

Suatu pesan akan lebih mudah dipercaya jika orang yang menyampaikannya adalah seseorang yang memiliki kredibilitas di bidang tersebut.

Itulah kenapa resep obat dari dokter akan lebih dipercaya dibandingkan resep dari montir.

Nasehat dari ustadz akan lebih didengar dibandingkan nasehat dari bajingan.

Saran dari mentor yang sukses akan lebih dipraktekkan dibandingkan saran dari mentor yang gagal.

Dan itulah alasannya.

Kenapa orang yang followernya banyak akan lebih didengar dibandingkan yang followernya sedikit.

Kenapa para artis di Instagram dengan mudahnya menjual makanan khas kota-kota di Indonesia.

Kenapa para internet marketer sukses dengan mudahnya menjual tools atau course yang berhubungan dengan internet marketing.

Tinggal pertanyaannya, bagaimana seandainya jika kita tidak kredibel dan tidak punya authority?

Maka solusinya adalah gunakan kredibilitas/authority seseorang atau lembaga tertentu yang credible dalam menyampaikan pesan tersebut.

Inilah fenomena Endorse.

Orang-orang rela bayar mahal “seseorang” yang punya kredibilitas dan authority di bidangnya. Kenapa?

Karena yang mereka beli adalah kredibilitas si endorser tersebut, bukan semata-mata bayar orangnya, tapi sesuatu yang besar di balik nama orang tersebut (kredibitasnya).

5. Cerita (Storiest)

Intinya, konten yang Anda buat harus dikemas dalam bentuk cerita, yang dapat memberikan solusi atau inspirasi.

Berapa banyak dongeng masa kecil yang masih Anda ingat?

Jika Anda diminta untuk menyebutkan salah satunya, pastinya Anda dapat menceritrakannya dengan baik, seperti kisah si kancil, sangkuriang, putri salju, dll. Betul?

Tapi coba cek sekali lagi.

Berapa banyak penjelasan mata pelajaran di kelas SD yang masih Anda ingat?

Saya yakin walaupun hanya menyuruh Anda untuk menjelaskan salah satunya, Anda kemungkinan besar tidak akan ingat.

Kenapa?

Karena pada kenyataannya manusia akan lebih mengingat lebih baik cerita daripada data.

Artinya, ketika Anda ingin menyampaikan sebuah pesan, entah itu konten edukasi atau copywriting jualan, walaupun ada datanya, tapi sampaikanlah dalam bentuk cerita.

Tujuannya apa?

Supaya lebih nampol dan nempel di benak pembaca.

Itulah 5 pola yang bisa Anda gunakan saat membuat konten di Facebook atau blog pribadi Anda.
Action Plan!

 

By Dewa Eka Prayoga

 

One thought on “5 Cara Membuat Konten yang Ampuh Bikin Pembaca Klepek-Klepek

  • August 9, 2017 at 2:04 am
    Permalink

    Tulisan mas dewa memang luar biasa, daging semua…ilmunya sangat aplikatif. saya juga banyak repost tulisan beliau untuk saya share di blog saya, untuk saya baca baca ulang. Thanks gan, infonya bermanfaat.

    Reply

Leave a Reply