Cara Membangun Personal Branding di Facebook yang Sempurna

Bagaimana cara membangun personal branding di sosial media seperti Facebook? Berikut ini beberapa tips paling ampuh langsung dari ahlinya.

Semisal Anda ingin membangun personal brand yang kuat di Facebook, silakan baca tulisan ini sampai habis!

Karena di akhir, Saya akan membeberkan sebuah ‘rahasia’ yang belum pernah Saya bocorkan sebelumnya ke siapapun, kecuali pada orang terdekat saja.

Dan sekarang, Saya ingin membocorkan rahasianya pada Anda. Tolong jangan kasih tahu siapa-siapa. Oke?

Topik kali ini adalah FACEBOOK AVATAR.

Avatar disini bukan tentang foto yang Anda gunakan di Facebook, tapi lebih daripada itu.

Hasil, akun Facebook yang Anda buat akan mewakili siapa jati diri Anda sesungguhnya, entah itu asli (bawaan) atau buatan (kloningan).

Apa keuntungannya?

  • Orang mengenal siapa Anda
  • Orang mau berteman dengan Anda
  • Orang suka dengan Anda
  • Orang kangen dengan status-status Anda
  • dan masih banyak lagi

Harapannya, ketika Anda jualan, maka:

  • Orang tahu produk apa yang Anda jual
  • Orang mau beli produk Anda
  • Orang percaya pada Anda
  • dan hal positif lainnya

Ingat, “nama” yang Anda bangun di Facebook akan menjadi Intangible Asset Anda di masa depan.

Bicara soal intangible asset, pastinya kita akan bicara soal Membangun Personal Branding.

Yang perlu Anda catat dan ingat, membangun personal branding tidak sama dengan membangun personal promotion.

Banyak orang salah kaprah, mereka berusaha melakukan personal branding dengan cara personal promotion.
Misalnya, berkomentar seperti ini di Facebook:

“Hei teman-teman, kalau butuh konsultan khusus kesehatan, Saya siap membantu Anda lho ya..”

atau misalkan, Anda bilang:

“Saya kan trainer bisnis. Kalau perlu pemateri di komunitas atau perusahaan Anda, insyaAllah Saya siap…”

Sangat kelihatan promonya.

Nah, cara membangun personal branding bukan itu.

Itu namanya personal promotion (Anda mempromosikan diri Anda sendiri)

Lalu, bagaimana dengan personal branding?

Jeff Bezos, founder Amazon, pernah bilang:

“Your brand is what people say about you when you are not in the room”

Artinya:

“Brandmu adalah apa yang orang-orang katakan tentangmu ketika kamu tidak ada di ruangan”

Kesimpulannya adalah…

Apa yang ORANG LAIN pikirkan tentang Anda, bukan apa yang ANDA pikirkan tentang diri Anda… itulah personal brand.

Sekarang, bagaimana cara membangun personal branding tersebut di Facebook?

1. Membangun Personal Branding dengan KARAKTER

Karakter apa yang ingin Anda bangun di akun Facebook Anda?

Setidaknya ada 3 poin penting yang harus Anda perhatikan dalam membentuk karakter yang kuat di Facebook:

1. Kesan

Silakan tentukan, mau dikesankan seperti apa:

  • Inspiratif?
  • Supel?
  • Ramah?
  • Lucu?
  • Ngangenin?
  • Nyenengin?
  • Cerdas?
  • Gila?
  • dan lain-lain

Bagaimana dengan Anda?

2. Bahasa

Silakan tentukan, mau menggunakan bahasa seperti apa:

  • Santai?
  • Kaku?
  • Formal?
  • Lebay?
  • Sederhana?
  • Bercanda?
  • dan lain-lain

Bagaimana dengan Anda? Anda lebih tahu tentunya.

3. Gaya Bicara

Silakan tentukan, Anda mau menggunakan gaya bicara seperti apa?

  • Sopan?
  • Blak-blakan?
  • Kritis?
  • Rendah hati?
  • Elegan?
  • Dewasa?
  • Wise?
  • dan lain-lain

2. Membangun Personal Branding dengan Konten yang Berkualitas

Konten apa yang ingin Anda post di status Facebook Anda?

Silakan tentukan, tipe kontennya seperti apa;

  • Edukasi?
  • Informasi?
  • Inspirasi?
  • Interaksi?
  • Hiburan?
  • Ajakan?
  • Campuran?
  • Curhat?
  • dan masih banyak lagi

Lalu, temanya mau tentang apa:

  • Spiritual?
  • Motivasi?
  • Bisnis?
  • Kesehatan?
  • Politik?
  • dan masih banyak lagi

Saran Saya, buatlah konten yang disukai oleh teman-teman Anda dan Anda senang menulisnya, bukan hanya konten Anda sukai saja, tapi teman Anda males bacanya.

Ciri konten jelek: ENGAGEMENT RENDAH.

Misalnya:

  • Likenya dikit
  • Komennya dikit
  • Sharenya dikit

Maka, buatlah konten yang “ngangenin” untuk dibaca teman-teman Anda.

Cirinya: ENGAGEMENT TINGGI.

  • Likenya banyak
  • Komennya banyak
  • Sharenya banyak

Harapannya, dari situlah akan memicu terjadi penjualan yang banyak. InsyaAllah… 

Baca Juga: 5 Cara Membuat Konten yang Ampuh Bikin Pembaca Klepek-Klepek

3. Membangun Personal Branding dengan Konsisten

Seberapa konsisten Anda dengan karakter dan konten yang Anda buat tersebut?

Jangan sampai bahasa dan gaya bicaranya diubah-ubah.

Jangan sampai kesan yang timbul di benak teman Anda juga berubah-ubah.

Jangan sampai sekarang semangat nulis, eh besok-besok semangatnya melempem… TIDAK KONSISTEN!

Perlu Anda ingat, Anda sulit dikenal dan dikenang jika tidak konsisten. Karenanya, konsistenlah.

Terlepas dari 3 poin tersebut di atas, tahukah Anda, cara terbaik untuk membangun personal branding adalah dengan MENONJOLKAN PRESTASI.

Karena:
Prestasi >> Reputasi >> Transaksi

Begitu alurnya.

Jadi kalau Anda ingin dapat banyak transaksi, perbaikilah reputasi Anda.

Dan jika Anda memperbaiki reputasi Anda, perbanyaklah prestasi Anda.

Contohnya:

  • Testimoni klien/pembeli
  • Endorsement tokoh/artis
  • Cerita sukses dari pelanggan

Kuncinya: biarkan bukti yang bicara.

Jangan terlalu sibuk mempromosikan diri.

By Dewa Eka Prayoga

7 thoughts on “Cara Membangun Personal Branding di Facebook yang Sempurna

  • August 9, 2017 at 2:45 pm
    Permalink

    Wah keren tipsnya.

    Saya terperangah di bagian ini:

    “Your brand is what people say about you when you are not in the room”

    Wow .. begitu, ya. Jadi bukan yang senagaja kita gembar-gmborkan tapi harus soft selling, ya.
    Noted.

    Terima kasih share-nya.

    Reply
  • August 17, 2017 at 7:28 am
    Permalink

    Berbagai status yang kita buat di FB bisa membuat orang menilai seperti apa citra diri kita. Makanya harus selalu berhati-hati saat membuat status

    Reply
  • September 18, 2017 at 12:52 pm
    Permalink

    Salam kenal, langsung disapa dengan artikel yang MANTAB .. ! kudu dicoba ..

    Perihal “konten”,

    terkadang saya abaikan apa yang teman2 / orang lain “sukai”.
    Bagi saya, menulis / share “yang bermanfaat bagi kemashlahatan” lebih utama dari sekedar mengikuti “trend”.
    Karena bagiku menulis adalah “jejak” yang ditinggalkan hingga kelak saat kita tak lagi mampu menulis

    .. bahkan andai kita … sudah tiada …

    Maka hanya “manfaat / kebaikan saja” lah yang tertinggal, yang dapat menyelamatkan kita di kehidupan kekal, kelak.

    Bagaimana menurut Anda … ?

    Terimakasih. Barakallahu fiikum.

    Reply
  • September 27, 2017 at 1:19 pm
    Permalink

    Wuih keren banget tipsnya mas.. bisa saya praktekan nih..

    Reply
  • October 2, 2017 at 4:04 am
    Permalink

    Untuk konsisten itu mungkin kesulitan saya, tapi lewat tulisan di atas menambah wawasan saya

    Reply

Leave a Reply